Wave of Tomorrow 2018

Kemajuan teknologi makin berkembang, hampir semua aspek menggunakan teknologi. Kecerdasan buatan saat ini bisa digunakan kapan saja, dimana saja dan dalam bentuk apa saja. Termasuk dilebur ke dalam sebuah karya seni.

Wave of Tomorrow 2018, sebuah festival seni berbasis teknologi, yang baru-baru ini digelar di Tribrata Grand Ballroom tanggal 19-28 Oktober 2018. Selama 10 hari pelaksanaan, karya-karya yang dipamerkan berasal dari 6 kreator lokal dan 1 kreator internasional. Mereka adalah Sembilan Matahari, Kinara Darma, Maika Collective, Rebellionik, Stereoflow, Ageless Galaxy serta seniman besar asal Perancis Nonotak. Instalasi-instalasi yang dihadirkan memberikan pengalaman baru dalam menikmati karya seni bagi para penggiat seni.

Di hari Jumat (27/10), WOT 2018, kembali mengejutkan pengunjungnya lewat aksi art performance special. Kali ini seniman asal Kanada, Sougwen Chung memamerkan aksi melukis bersama lengan robot kepada ratusan pengunjung. Aksi yang menjadi ciri khas Sougwen dilakukan untuk mencoba pengaruh perspektif orang yang menganggap bahwa robot merupakan benda yang kaku.

Selain memanjakan mata melihat karya yang dipamerkan, para pengunjung juga dapat berinteraksi dengan Sang Kreator dan mengulik karya tersebut lebih dalam lagi sambil menikmati alunan musik dari musisi Tanah Air. Danilla, Barasuara, Star and Rabbit, Glennn Fredly, Maliq & D’Essentials, The Groove, Skool of Rap dan Potret menambah kemeriahan event. Festival ini memusatkan perhatian pada para seniman lokal maupun internasional yang berani untuk menantang arus, melawan nalar manusia sehingga tercipta sebuah kreativitas tanpa batas.

Sementara festival seni dan teknologi ini merupakan kolaborasi yang digelar oleh Level7 dan Bale Project. Wave of Tommorw diharapkan dapat menjadi platform baru di masa depan dalam disiplin seni dan teknologi.

Comments

comments

Egon Saputra

Professional doctor, skilled at journalism and photography.