Trend: Tas Pinggang di Dada

Tas pinggang adalah memori trend era 80an. Zaman dulu rata-rata dibuat dengan bahan nylon. Bahan yang sama untuk membuat pakaian olahraga. Tidak heran, sampai sekarang tas pinggang identik dengan sporty trend (atau bahasa abad 22-nya, athleisure: gaya sporty yang lebih mewah). Namun di 2017 ini, trend tas pinggang mendapat pendekatan baru.

Di runway fashion, dalam hal ini menswear, keberadaan tas pinggang sebenarnya sudah mulai terlihat kembali sejak 2015. Saat itu, rata-rata designer masih menaruh tas pinggang di tempatnya seharusnya: pinggang. Hence, tas pinggang dalam bahasa asing dikenal dengan istilah: waist pack. Dikenal pula dengan istilah: fanny pack (karena biasa dipakai orang tua), dan bum bag (di kawasan Eropa). Jenis tas yang lebih mudah dibawa untuk menaruh semua keperluan penting tanpa harus mengangkat back pack yang berat (tidak efisien, juga kurang stylish). Dompet, kacamata, charger, powerbank, kartu, smartphone. Semua benda kecil itu. Atau bahkan kamera mirrorless-mu.

Semua keperluan ringkas yang juga selalu kita bawa saat traveling, atau hendak menonton konser outdoor. Karena, simply, kita nggak mau direpotkan dengan membawa terlalu banyak barang. That’s why, dengan mobilitas laki-laki modern yang begitu sibuk, tas pinggang versi modern ini semakin relevan. Bukan hanya perempuan yang perlu tas khusus untuk membawa semua keperluannya.

Tas pinggang modern, khususnya yang beredar di 2017, juga diakui oleh trend Spring 2018 (oleh Louis Vuitton, misalnya), justru dipakai seperti tas selempang. Disilangkan di dada. Memberi kesan sporty yang lebih kontemporer. Selain model tas pinggang yang khas – mirip tabung itu – modifikasi lainnya nampak pada bahan (kulit nampak jadi favorit, apalagi dalam warna hitam yang maskulin) juga bentuk yang beragam. Misal: persegi (membuat kita agak ragu untuk menyebutnya sebagai tas pinggang). Dan lebih sesuai disebut sebagai: cross body bag (tas menyilang di dada).

Outfit bergaya formal akan mendapat sentuhan sporty, bila dilengkapi cross body bag dalam model tas pinggang. Sedikit selaras, bila memilih cross body bag dengan gaya persegi berbahan kulit (yang kini bisa dipakai dengan banyak jenis strap). Untuk nongkrong, melihat konser, traveling, maka tas pinggang klasik masih sangat dipercaya. Tinggal silangkan di dada.

Apa pun sebutannya, perlu 2 tahun untuk siluet atau model tas pinggang naik ke atas – secara harafiah. Dari pinggang, naik ke dada. Dipakai dengan cara yang sebenarnya tidak terlalu aneh, tapi juga seperti melanggar kodrat tas pinggang itu sendiri. Tentukan sendiri.

Image: Vogue, WMag.