Street Style: London to Pitti Uomo

Hingga beberapa minggu ke depan, mulai beberapa minggu lalu, laki-laki seluruh dunia yang memperhatikan perkembangan trend fashion memalingkan pandangan mereka ke London, dan Italia, kemudian ke Paris dan New York. Karena minggu-minggu inilah, para desainer pakaian laki-laki (menswear) mulai memaparkan koleksi terbaru untuk edisi fall winter 2016.

London memulai dengan London Collections Men yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi agenda fashion week untuk laki-laki yang selalu dinanti, dan menjadi momen yang pas bagi brand-brand fashion untuk laki-laki merilis koleksi terbaru mereka. Tahun ini ada 150 label yang merilis koleksi terbaru, dan trend yang terlihat terbukti begitu dinamis.

Kehebohan kemudian pindah ke Florence dan Milan, Italia. Brand-brand fashion papan atas menunjukkan koleksi terbaru mereka di Milan, sementara di Florence pekan bisnis yang biasa dikenal dengan trade fair Pitti Uomo berhasil mengumpulkan 1000 lebih brand yang ingin meraih kesuksesan di bisnis pakaian laki-laki. Dengan 50% di antaranya adalah label yang berasal dari luar Italia sendiri. Membuktikan betapa suksesnya trade fair yang setiap tahun menjadi agenda wajib dari para editor, buyers, dan fotografer.

Selain keseruan di runway, sama halnya seperti fashion week untuk koleksi pakaian perempuan, pekan mode untuk para laki-laki ini berhasil mengumpulkan banyak laki-laki stylish dari berbagai belahan dunia yang bukan hanya datang untuk melihat koleksi terbaru, tapi juga untuk berbisnis. Dan mumpung berada di tengah riuh rendah pekan mode, maka sekalian saja mereka berpakaian dengan gaya terbaik dan menunggu dikejar-kejar oleh para fotografer street style yang kemudian menjadikannya heboh di internet.

Para laki-laki stylish ini menjadi hiburan tersendiri setiap pekan mode, dan setiap trade fair Pitti Uomo diadakan. Apa yang mereka pakai ikut memperlihatkan trend yang sedang berkembang. Tidak jarang, trend fashion di atas runway justru terinspirasi dari gaya laki-laki di jalanan ini. Setelah beberapa musim, warna biru tidak pernah pergi, begitu juga dengan camo, warna camel, motif garis, atau pun gaya preppy dengan aksen vintage. Siluet ramping kini mendapat saingan dari gaya berpakaian serba gombrong yang nampak terpengaruh era 90-an, dan aksen high street yang sedikit urakan, termasuk pengaruh dari Japanese Americana yang berasal dari label-label asal Jepang. Favorit dua musim terakhir? coat yang tidak begitu tebal, seperti jaket mandi, dalam warna-warna seperti hitam, biru navy, abu-abu, atau camel, dengan tambahan sabuk yang bisa diikat di depan. Seperti baru keluar dari kamar tidur.

Street style sangat menarik karena kita melihat gaya berpakaian yang berasal dari orang-orang asli, bukan hasil penataan penata gaya untuk runway. Kesempatan yang bagus untuk belajar dari laki-laki keren ini. Meski tidak bisa berkenalan atau bertanya langsung pada mereka.

Karena musim yang masih cukup dingin, aksen tumpuk terlihat di sana-sini. Terlebih di Italia, di mana cuaca ternyata bisa sangat dingin. Tapi, gaya berpakaian di musim dingin tidak pernah membosankan untuk disimak. Silakan simak foto-foto street style pilihan kami yang dikumpulkan dari beberapa website fashion terkenal, seperti Vogue, High Snobiety, WWD, GQ, dan The National.ae.

Image courtesy of : Vogue, High Snobiety, GQ-UK, The National.ae, WWD.